APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK KAWASAN KARST ?

APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK KAWASAN KARST ?

Sebuah bukit mencuat ditengah-tengah pemukiman penduduk di Kecamatan Ciampea, Bogor. Dari kejauhan terlihat ada goresan putih, di bukit dengan ketinggian lebih kurang 340 mdpl itu. Bekas pem-bom-an dari aktifitas pertambangan sebuah Perusahaan disana. Warga setempat menyebut daerah ini sebagai Bukit Kapur Cibodas Ciampea. Karena memang kawasan ini merupakan tumpukan batu-batu kapur. Para ahli/peneliti, penggiat alam bebas dan Mahasiswa Pecinta Alam lebih sering menggunakan istilah Kawasan Karst untuk menyebut kawasan seperti ini.

Kawasan Karst, termasuk Kawasan Karst Cibodas di Ciampea, dari kacamata ilmiah adalah kawasan yang unik. Selain ekosistem diatas “tanah kapur”, didalamnya terdapat system per-Goa-an dengan system hidrologi. Bukan hanya itu, di lorong-lorong Goa hidup berbagai organisme yang tidak dapat kita temui di luar Goa. Keragaman organisme ini meliputi cendawan, bakteri, alga, mamalia, serangga, arthropoda, dan beragam fauna air.

Sayangnya, tidak banyak orang yang memandang keunikan kawasan karst Cibodas di Ciampea sebagai sebuah potensi yang dapat dikembangkan untuk kehidupan masyarakat sekitar. Bahkan hingga saat ini, sebuah perusahaan pertambangan masih beroperasi. Mengeruk bukit kapur, tanpa memperhatikan kelestarian ekosistem didalamnya. Hal ini berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup hewan goa.

Fauna goa telah beradaptasi dengan lingkungan goa yang minin energi dan cahaya matahari. Kebanyakan dari mereka tidak bias hidup lagi di luar goa, akibat hasil adaptasi ini. Jika habitat goa rusak karena pengeboman dan pengerukan, seperti goa menjadi runtuh dan terkena cahaya matahari langsung, maka hewan ini akan sulit beradaptasi dengan lingkungan luar. Keadaan ini dapat membuat fauna goa punah secara perlahan. Padahal penelitian dan pendataan jenis fauna goa masih minim. Akan banyak plasma nutfah berharga yang hilang sebelum diketahui keberadaannya.

Pengiat alam bebas, juga mahasiswa pecinta alam menjadikan kawasan karst sebagai salah satu tempat berkegiatan, seperti panjat tebing, penelusuran goa, mendaki, penelitian dan pendidikan. Dari sinilah seharusnya timbul kesadaran untuk berupaya menyelamatkan “tempat bermain” ini dari kehancuran. Banyak hal yang bias dilakukan, dari mulai sekedar menanam hingga melakukan suatu bentuk kajian. Bentuk-bentuk pelestarian tidak selamanya harus frontal dan keras, sebagai seorang mahasiswa dan pelajar berbagai penelitian kecil dapat dilakukan.

Lawalata-IPB, sebuah organisasi Mahasiswa Pecinta Alam di IPB, beberapa tahun belakangan ini telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka menjaga kawasan karst dari kehancuran. Bermula dari keinginan melindungi “tempat bermain” yang semakin terancam karena pengeboman batu kapur, bukit yang semakin gundul, goa yang semakin hancur dan tebing-tebing yang semakin terkikis.

Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Dikti, Lawalata IPB mengajukan sebuah gagasan ilmiah dan program penelitian dengan tema “Pengolahan Lahan Marjinal di Kawasan Karst Ciampea” dan “Pendataan Arthropoda Goa di Sistem Pergoaan (Cave System) Karst Ciampea”. Kegiatan pertama meliputi gagasan ilmiah tentang pengolahan lahan marjinal kawasan karst menjadi pertanian, penanaman Pohon, dan pembuatan papan interpretasi. Sedangkan kegiatan kedua meliputi eksplorasi goa, pendataan arthropoda goa, dan pemetaan lorong goa.

Kegiatan lainnya yang diupayakan oleh Lawalata IPB adalah pendekatan dengan masyarakat melalui beberapa forum diskusi yang melibatkan kepala desa Ciampea. Kegiatan penanaman dan pengenalan potensi wisata serta olahraga, seperti climbing, caving, dan jungle trekking, dilakukan dengan melibatkan segenap mahasiswa IPB untuk menimbulkan kesadaran akan pentingnya potensi kawasan Karst di sekitar kampus IPB. Belakangan ini Lawalata mulai menjalin kerjasama dengan beberapa stakeholder untuk membuat MCK bersih bagi masyarakat di sekitar Gn. Kapur Ciampea

Lawalata IPB sadar bahwa upaya penyelamatan ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, segala informasi dan kegiatan dalam upaya penyelamatan Karst Ciampea di publikasikan melalui berbagai media elektronik maupun cetak. Facebook, Twitter, Blog, Koran Kampus, Seminar, Pemutaran Video, Pameran foto dan media popular lainnya. Tidak hanya melalui media, Lawalata IPB juga berharap adanya bentuk kerjasama dari segenap civitas IPB sebagai institusi pendidikan yang terdekat dengan Ciampea untuk menyumbangkan dedikasi dan pengetahuanya serta para penggiat alam bebas termasuk MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) untuk turut serta turun langsung dalam penyelamatan kawasan karst, khususnya Karst Ciampea.

Bagi anda yang tertarik dengan hasil Inventarisasi Arthropoda goa yang dilakukan oleh Lawalata IPB di kawasan karst Ciampea, dapat mengirim e-mail ke noorfardilla.asti@gmail.com atau dating langsung ke sekretariat Lawalata IPB Jl. Agatis no 1, Gd. PKM lantai 1 Kampus IPB Darmaga – Bogor.

“Mari Kenali, Sayangi, Dan Lestarikan Kawasan Karst Kita”

Copyright 2011

Penulis:

Lasti “Percil” Fardilla / L-309

(Editor: Anas Radin Syarif L-240)

Biologi, Institut Pertanian Bogor

LAWALATA-IPB

Noorfardilla.asti@gmail.com

085693376923

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s